kita berbeda dan kita istimewa

Jumat, 30 Juli 2010

on the rain

Rere menatap jendela kacanya yang basah karena hujan deras diluar sana. Ayahnya sibuk mengendalikan setir mobil sedangkan ibunya masih sibuk dengan adiknya yang mulai lengah dan tertidur pulas. Sekilas tanpa sengaja ia melihat sekelebat bayangan yang ia kenal di luar sana. Rere menepuk punggung ayahnya dari belakang.
"stop Yah berenti bentar" katanya membuat Ayahnya menginjak pedal rem mobil perlahan.
"kenapa Re?"
"ada temen Rere Yah dibelakang, Rere turun bentar ya Yah, Rere mau ajak dia barengan kasian kayaknya motornya rusak"
Ibu Rere ikut menoleh dan hendak melarang tetapi anak itu keburu membuka pintu dan keluar menembus hujan.
"Re !" panggil ibunya tapi percuma.
"sudahlah Bu, ndak papa"
"Yah, dia itu baru aja keluar dari rumah sakit. Ayah lupa? Ayah ini gimana sih tau anaknya sakit bukannya dilarang malah diturutin aja, udah tau dia sukanya hujan-hujan, nanti kalau anak itu sakit gimana?!" omel si Ibu ke suaminya.
"Bu, sekalipun Rere itu lemah dia nggak juga pasti nggak mau nyakitin diri dia sendiri" elak Ayah sambil memutar mundur mobilnya.
Rere menghampiri seseorang yang sedang berlindung disebuah gubuk kaki lima dan berusaha mengeringkan rambutnya yang basah kuyup.
"Andro" sapa Rere berusaha bernada selembut mungkin.
"Rere, ngapain kamu hujan-hujanan kaya gini? kamu sendirian?" tanya Andro khawatir.
"aku nggak ujan-ujanan, aku kesini mau nawarin kamu tumpangan itu ada ayah sama ibuku kayanya motor kamu bermasalah" Rere berusaha membuat sebuah sudut senyuman pada bibirnya yang membiru karena kedinginan.
"ya ampun Re, aku nggak mau ngerepotin keluarga kamu, lagipula aku udah panggil orang bengkel kok bentar lagi juga nyampe"
"kamu beneran nggak mau ikut aku??" tanya Rere memastikan.
Andro melepaskan jaketnya yang kebetulan tidak terlalu basah dan mulai memakaikannya ke tubuh Rere.
"kamu pucat" kata Andro.
Rere sendiri memandang Andro heran dan tanpa ia sadari matanya mulai menghangat dan air mata menggenang di pelupuk mata. Setelah semua yang terjadi antara mereka.
Dulu Rere sama sekali nggak akan kenal Andro kalau tanpa bantuan Aya (teman Rere). Andro adalah sahabat dari pacarnya Aya. Andro dan Rere pun mulai dekat dan mereka pada akhirnya jadian. Tapi belakangan Rere tau kalau ternyata Andro nggak sepenuhnya sayang sama Rere. Itu semua hanya rekayasa Aya yang ingin membuat Rere sedikit bahagia karena Aya tau kalau Rere mengalami masalah pe-de pada dirinya. Rere bukan seorang cewek langsing dan normal dengan segala pesona yang biasa dimiliki para remaja putri. Dia sendiri gendut dan merasa bahwa dirinya sama sekali nggak berguna. Banyak orang yang mencibirnya, ia mencoba tak peduli tapi semakin ia tak peduli semakin benyak orang yang menganggap remeh dirinya. Beruntung ia dikenalkan pada Andro yang perlahan memberikan semangat dan motivasi untuk Rere bahwa hidup yang sempurna bukan hanya didapat dari kesempurnaan fisik. Rere semakin sayang pada Andro.
Dan saat Rere mengetahui kalau ternyata itu hanya sebuah kepura-puraan dai shock berat. Dia marah pada Andro. Dan sampai membuatnya menginap beberapa hari di rumah sakit. Tapi bagaimanapun Rere marah pada Andro, ia tetap menyayangi cowok yang pernah berarti dalam hidupnya.
"aku minta maaf atas semua yang pernah terjadi diantara kita. Bukan maksudku mempermainkan kamu, tapi...." kata Andro.
"udahlah Ndro, kalau memang kenyataannya nggak ada cowok yang sayang sama cewek gendut kaya aku, aku mau bilang apa lagi?" jawab Rere dengan nada mulai serak.
"Re, aku mesti bilang berapa kali lagi sama kamu. Kamu tuh selalu menjatuhkan diri kamu sendiri, kenapa kamu nggak pernah bisa pe-de dengan keadaan kamu. Di mataku kamu sempurna tanpa harus kamu menyempurnakan penampilan kamu"
"tapi kamu nggak bisa bales perasaan aku dan nyatanya kamu mempermainkan aku iya kan? kamu bohongin aku, dan aku emang bukan cewek yang pantes buat kamu"
"denger Re, mungkin saat ini aku emang sama sekali belum bisa bales perasaan kamu tapi...."
"udahlah Ndro, aku juga sama sekali nggak pernah menuntut apapun dari kamu"
Andro mengerutuki dirinya sendiri. Ia kini diam, begitupun dengan Rere.
Andro terperanjat kaget saat ia merasa ada yang jatuh dipundaknya........
-bersambung-